biografi

Viko Ferdiansyah
X tkj 1

Ringkasan materi


    Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seorang tokoh. Dalam kisah ini, tokoh diceritakan sebagai figur yang memiliki pengalaman menarik untuk disimak dan ditiru. Di samping itu, penetapan tokoh yang ditulis biografinya ikut menentukan wibawa dan martabat tokoh. Oleh karena itu, biasanya biografi berkisah tentang sisi kehidupan dari tokoh terkenal. Selain itu, dalam biografi, dikisahkan pula perjalanan hidup yang menarik karena berkaitan dengan hambatan dan cobaan yang dialami tokoh.

    Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua. Beberapa biografi yang lain bahkan mengisahkan tokoh sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan secara detail juga. Hal ini disampaikan kepada pembaca agar pengalaman hidup tokoh bisa diambil manfaatnya untuk kehidupan di masyarakat. Keteladanan sikap dan kehidupan tokoh juga bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

    Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri. Data dalam biografi tidak sekadar biodata dan daftar pengalaman yang dialami, tetapi berisi rangkaian pengalaman yang disusun secara detail dan urut. Biografi juga bercerita tentang perasaan yang dialami tokoh saat terlibat dalam peristiwa-peristiwa yang penuh tantangan.
Hal-hal menarik dalam biografi dapat diungkapkan kembali dengan cara: 
1. membaca buku biografi dengan 
    sungguh sungguh,
2. mencatat hal-hal baik yang ada pada 
    tokoh, 
3. mencatat pengalaman menarik 
    tokoh, dan 4. merangkum nilai-nilai 
    keteladanan yang
    dimiliki tokoh.

    Kamu dapat menemukan nilai-nilai yang bisa dipakai sebagai contoh keteladanan setelah membaca biografi seorang tokoh. Tokoh tersebut bisa memberikan teladan tentang (1) cara hidup. yang benar, (2) cara mengatasi masalah, (3) sikap sosial di masyarakat, (4) ketekunan beribadah, (5) semangat membela kebenaran, (6) sikap. kepahlawanan, dan lain-lain.

    Keteladanan tersebut diungkapkan sebagai isi utama penulisan biografi, baik dengan tokoh wanita maupun tokoh pria. Sebagai contoh, banyak pahlawan wanita di Indonesia yang turut berjuang melawan penjajah Belanda serta ikut memikirkan nasib bangsa di masa depan. Mereka berjuang dari daerah dengan menggunakan konsep berpikir yang kuat bahwa membela bangsa dan negara menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia. Beberapa tokoh wanita pejuang di Indonesia antara lain Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu.

    Berikut akan dipaparkan nilai-nilai yang dapat dipakai sebagai teladan dari para tokoh wanita dalam biografi yang ditulis.

1. Semangat ingin maju
     Para tokoh menginginkan adanya 
     perbaikan nasib wanita. Salah satu 
     cara untuk memajukan wanita, yaitu 
     dengan mendidik mereka agar 
     memiliki derajat yang sama dengan 
     pria. Semangat seperti ini bisa 
     diteladani dari Raden Ajeng Kartini.

2. Pendidikan
     Para tokoh menunjukkan sikap 
     nasionalisme dengan 
     memperjuangkan hak para wanita 
     Indonesia untuk mendapatkan 
     pendidikan. Mereka ingin membuat 
     Indonesia lebih baik lagi dan tak 
     hanya diam menerima kenyataan 
     bahwa negaranya sedang dijajah dan
     susah untuk membuat sekolah atau
     tak memiliki hak suara.

3. Nasionalisme
     Cut Nyak Meutia, wanita asal 
     Nangroe Aceh Darussalam, yang 
     terus berjuang menegakkan prinsip 
     nasionalisme hingga meninggal di 
     tangan tentara Belanda. Wanita ini 
     menjadi contoh pemegang prinsip 
     nasionalisme yang hingga titik darah 
     penghabisan tetap memegang 
     prinsip tak akan mau tunduk kepada 
     penjajah.

    Itulah beberapa petikan kisah hidup para tokoh wanita Indonesia. Kamu dapat mengambil manfaat dari keteladanan yang mereka tunjukkan kepada bangsa Indonesia. Semoga kamu dapat belajar dari biografi tokoh dan dapat menerapkannya pada saat ini.

3.15 Menganalisis aspek makna dan kebahasaan teks biografi.

    Menganalisis dapat diartikan dengan melakukan kegiatan pencermatan lebih dalam tentang objek yang diamati. Dalam kaitannya dengan biografi, analisis dilakukan terhadap makna yang dikandung dan aspek kebahasaan yang digunakan. Makna berkaitan dengan nilai dan manfaat yang diperoleh, sedangkan kebahasaan berkaitan dengan penggunaan unsur bahasa, seperti, kata, frasa, kalimat, dan gaya penulisan.

    Kamu sudah mengetahui bahwa biografi merupakan karangan sejarah hidup seorang tokoh yang di dalamnya berisi kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Biodata dan segala permasalahan yang dialami tokoh tertulis dalam biografi. Pengalaman yang baik serta kejadian. menarik yang mampu menjadi insiprasi pembaca juga terdapat di dalamnya. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga dalam biografi. Oleh karena itu, pembaca bisa mendapatkan berbagai manfaat dan makna untuk kehidupan.

A. Makna dan Manfaat
    Beberapa makna dan manfaat yang dapatdiambil dari biografi bisa dibaca pada paparan berikut. 
1. Menciptakan rasa hormat kepada 
     tokoh.
2. Pembaca dapat meneladani sikap 
     dan perilaku tokoh.
3. Pengalaman hidup tokoh dapat
     menjadi contoh kehidupan di 
     masyarakat. 
4. Pembaca dapat meniru kesuksesan 
     hidup tokoh.
5. Kisah hidup tokoh bisa menjadi 
     inspirasi penulisan biografi tokoh 
     lain.

    Di samping itu, pembaca akan mendapatkan hal-hal baik dari -tokoh seperti:
(1) riwayat hidup
(2) pandangan hidup, 
(3) sikap atau cara hidup,
(4) riwayat pendidikan, 
(5) penghargaan yang diperoleh, 
(6) keputusan besar yang diambil, dan
(7) hambatan dan tantangan yang
      dihadapi.

    Hal-hal tersebut dapat dijadikan acuan bagi pembaca untuk mengambil makna dan manfaat bagi kehidupan di masyarakat.

B. Aspek Kebahasaan
1. Kata penghubung antarfrasa dan
    antarkalimat 
    Contoh:
a. la dibuang ke Belanda bersama 
    kedua rekannya dan kembali ke 
    Tanah Air pada tahun 1918 setelah 
    memperoleh Europeeshce Akte.

b. Sutan Syahrir masuk sekolah terbaik 
    pada zaman kolonial Belanda karena 
    lahir di keluarga yang kondisi 
    ekonominya berkecukupan. Ia 
    memulai pendidikannya di ELS 
    (Europeesche Lagere School) atau 
    setingkat sekolah dasar.

C. Sutan Syahrir melihat adanya 
    diskriminasi oleh pemerintahan 
    kolonial Belanda ketika itu terhadap 
    kaum pribumi, terutama di bidang 
    pemerintahan dengan banyak
    posisi penting di pemerintahan 
    dijabat oleh orang Belanda dan kaum 
    pribumi sendiri hanya dijadikan 
    sebagai pegawai rendahan karena 
    faktor pendidikan.

2. Kata ganti nama
    Contoh:
a. Pengalamannya dalam berorganisasi
    ketika masih menjadi pelajar dan juga
    ketika kuliah di Belanda membuat ia 
    segera bergabung dengan Partai 
    Nasional Indonesia (PNI Baru) yang 
    diketuainya pada tahun 1932. 

b. Douwes Dekker diketahui memiliki 
    saudara berjumlah tiga orang. 
    Pendidikan Douwes Dekker pertama 
    kali dimulai di Kota Pasuruan. Tamat 
    dari sana, ia kemudian masuk HBS di 
    Surabaya.

3. Kata kerja
    Contoh:
a. Pada tanggal 25 Desember 1912, 
    Douwes Dekker bersama Suwardi 
    Suryaningrat dan dr. Cipto 
    Mangunkusumo mendirikan sebuah 
    partai politik yang berhaluan 
    nasionalis pertama yang bernama 
    Indische Partij. Dalam waktu yang 
    tidak terlalu lama, partai ini dapat 
    menghimpun anggota hingga 
    mencapai 5000 orang dan sangat 
    populer di kalangan pribumi 
    Indonesia.

b. Oleh Jepang, Supriyadi kemudian 
    ditugaskan di Blitar, Jawa Timur. Ia 
    membawahkan pasukan Peleton I 
    dan Kompi III yang bertugas memberi
    bantuan senjata berat.

4. Keterangan 
    Contoh:
a. Pada tahun 2009, ia kemudian mulai 
    mengikuti kompetisi balap banyak  
    seri seperti Australian Drivers 
    Championship, Asian Formula 
    Renault Challenge dan BMW Pacific. 
    Dalam kejuaraan BMW Pacific, ia 
    bergabung dalam tim Meritus asal 
    Malaysia dan Rio Haryanto berhasil 
    memenangkan 11 seri dari 15 seri 
    secara keseluruhan.

b. la melanjutkan pendidikannya di 
    MOSVIA (Middelbare Opleiding
    School voor Inlandsche Ambtenaren),
    sekolah yang mendidik kaum 
    bangsawan untuk menjadi pegawai 
    pemerintahan atau pamong praja 
    pada masa kolonial Belanda.

4.15 Menyusun teks biografi.

    Sebagai karya tulis yang memuat kisah hidup tokoh dengan segala pengalaman dan rangkaian peristiwa yang autentik, penulis biografi harus cermat dalam menyusun biografi ini. Hal ini penting untuk diperhatikan karena biografi yang akan dipublikasikan di masyarakat diasumsikan sebagai karya yang objektif dan dapat dipakai sebagai acuan kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, penyusun biografi harus memperhatikan hal yang berkaitan dengan isi, tata tulis, gaya penulisan, dan langkah-langkah penulisannya.

   Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum menulis biografi, yaitu:

1. Biografi harus mengungkapkan data 
    tokoh secara autentik berdasarkan 
    dokumen asli. Data atau keterangan 
    yang digunakan harus benar-benar 
    terjadi dan dapat
    dipertanggung jawabkan
    kebenarannya.

2. Biografi harus mengungkapkan 
    kepribadian tokoh secara seimbang 
    antara yang baik dan kurang baik. 
    Kelebihan dan kekurangan tokoh, 
    pengalaman hidup, cara mengatasi 
    masalah diterangkan dengan baik 
    agar bisa menjadi acuan pembaca 
    dalam mengambil sikap.

3. Biografi disusun dengan 
    menggunakan urutan waktu, 
    peristiwa, dan tempat yang jelas.

4. Biografi disusun dengan 
    menggunakan teknik penulisan 
    narasi, eksposisi, dan deskripsi. 
    Narasi digunakan untuk mengurutkan
    peristiwa yang dialami. Eksposisi 
    digunakan. untuk memaparkan 
    peristiwa dengan menggunakan 
    bahasa yang lugas dan jelas. 
    Deskripsi digunakan untuk 
    menggambarkan peristiwa dan 
    keadaan secara objektif sehingga 
    pembaca seolah-olah ikut terlibat 
    dalam kehidupan tokoh. Oleh karena 
    itu, tata tulis dan skema penulisan 
    pun menggunakan gaya yang indah 
    dengan pilihan kata dan kalimat yang 
    tepat.

    Langkah-langkah penulisan biografi adalah sebagai berikut. 
1. Hubungi tokoh atau keluarga tokoh 
    seperti tokoh pahlawan, pemimpin 
    organisasi, pelopor bidang tertentu, 
    dan peraih prestasi istimewa.
2. Kumpulkan informasi dan data 
    sebanyak banyaknya seperti biodata, 
    peristiwa yang dialami, masalah yang
    ditemukan, dan pandangan hidup 
    tokoh.
3. Mintalah pendapat tokoh atau 
    keluarga tokoh. Hal ini dilakukan agar
    ada validasi data dan konfirmasi 
    kebenaran dari sumber asli sehingga 
    tidak menimbulkan masalah.
4. Mulailah menyusun teks biografi. 
    Penyusunan teks biografi dimulai 
    dengan mengemukakan hal-hal 
    umum, dilanjutkan dengan uraian 
    peristiwa, pengalaman yang dialami 
    dan sikap hidup yang diambil. 
    Kalimat yang digunakan harus 
    mampu secara efektif 
    menggambarkan keadaan yang 
    sebenarnya.
5. Lakukanlah pengeditan. Pengeditan 
    dilakukan untuk memastikan urutan 
    peristiwa, gaya penulisan, dan 
    kalimat yang digunakan telah
    memenuhi syarat.
6. Siapkan teks editan untuk dicetak 
    atau diterbitkan.

Comments