Buku fiksi dan non fiksi

Viko Ferdiansyah
XI tkj 1

1.Apa itu buku pengayaan?

   Buku pengayaan (nonfiksi) adalah buku penunjang buku utama yang digunakan oleh siswa. Buku pengayaan penting untuk menambah wawasan para pembacanya.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, pengayaan adalah proses, cara, perbuatan mengayakan, memperkaya, memperbanyak (tentang pengetahuan dan sebagainya).

2.Jenis-jenis buku pengayaan

   Suherli dalam bukul Pedoman Penulisan Buku Nonteks (2008) menyebutkan bahwa terdapat tiga jenis buku pengayaan, yaitu buku pengayaan kepribadian, buku pengayaan keterampilan, dan buku pengayaan pengetahuan. Berikut penjelasannya:

   •Buku pengayaan pengetahuan 
Buku pengayaan pengetahuan adalah buku yang memberikan ilmu pengetahuan atau informasi kepada pembaca, baik materi pelajaran ataupun bukan materi pelajaran.

   •Buku pengayaan keterampilan
Buku pengayaan keterampilan adalah buku yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pembacanya di bidang tertentu.Buku pengayaan keterampilan biasanya digunakan untuk meningkatkan suatu keterampilan misalnya menulis, bertani, berternak, mengajar, menggambar, mendesign, mengedit video dan foto, marketing, public speaking, berbicara bahasa asing, maupun kemampuan programming. 

    •Buku Pengayaan Kepribadian
Buku pengayaan kepribadian adalah buku yang bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan kualitas kepribadian pembacanya.

3.bukti pendukung perbedaan antara saran dan pendapat
   
    Saran adalah suatu hal yang berupa usulan, anjuran, atau solusi terhadap suatu hal yang berupa permasalahan, situasi yang sedang membutuhkan pendapat, atau masukan dalam melakukan sesuatu. Sementara itu, pendapat adalah ide atau pandangan seseorang terhadap suatu kebenaran dan bersifat relatif karena berdasarkan diri masing-masing orang.

     Bukti pendukung perbedaan antara saran dan pendapat terletak pada fokus yang disampaikan. Saran menyampaikan sebuah usulan atau solusi, sedangkan pendapat menyampaikan ide atau pandangan terhadap suatu hal tanpa memberikan sebuah solusi.

4.Langkah-langkah memahami isi teks 

   1.Membaca teks dengan cermat dan teliti.
   2.Mencari garis besar dari teks tersebut.
   3.Menentukan dan memahami gagasan 
      pokok setiap paragraf.
   4.Menyatukan gagasan pokok tersebut 
      agar dapat ditarik kesimpulan mengenai 
      isi dari teks tersebut.

5.Contoh buku pengayaan pengetahuan

    •Berfikir dengan IQ, EQ, dan ESQ karya Ki 
     Slamet Wiyono, S.Pd.
    •Etika Profesi dan Profesi Hukum karya 
     Prof. Dr. Liliana Tedjosaputra, S.H, M.H.
    •Mengenal Pengetahuan Lewat Kehidupan 
     Sehari-hari karya Ninik Sri Suratmi.

6.Ciri ilmiah buku pengayaan 

    Buku pengayaan memiliki tiga ciri keilimiahan, 
    1. Tidak Mengacu pada Kurikulum

        Ciri pertama dari ciri-ciri umum buku pengayaan adalah tidak mengacu pada kurikulum yang diterapkan di sistem pendidikan. Sebab buku pengayaan merupakan buku pegangan tambahan selain buku teks sebagai buku utama. Sifatnya yang tidak wajib kemudian bisa digunakan maupun ditinggalkan.

2. Bersumber dari data dan fakta. 

     Ciri kedua yaitu berisi materi yang bersumber dari data dan fakta. Sehingga mudah untuk dipraktekan langsung oleh para siswa bersama dampingan orangtua di rumah maupun guru langsung ketika di sekolah. Sehingga isinya merupakan sesuatu yang dijamin kebenarannya. 

3. Hanya berisi materi.

     Ciri-ciri buku pengayaan yang ketiga adalah isi dari bukunya yang berupa materi. Sehingga berbeda dengan buku utama atau buku teks yang di dalamnya tidak hanya berisi teori namun juga soal latihan. 

7. Perbedaan Antara Ringkasan dan Rangkuman

    Ringkasan adalah uraian singkat yang tersusun dari ide pokok sebuah teks dan disusun tidak berurutan. Sementara itu, rangkuman adalah catatan singkat mengenai sebuah materi atau bab yang harus disusun secara urut dan teratur.Dengan demikian, perbedaan antara ringkasan dan rangkuman adalah dari cara mencatat dan penyusunan materi yang diringkas. Pada ringkasan uraian singkat yang dipaparkan tidak perlu disusun secara berurutan sesuai dengan teks aslinya, sedangkan rangkuman harus menyusun hasil rangkuman dengan urut dan teratur sesuai dengan urutan pada buku aslinya.

8. Contoh Buku Pengayaan Jenis Keterampilan.

    Buku pengayaan jenis keterampilan berisi materi yang dapat memperkaya penguasaan keterampilan bidang tertentu. Jenis Buku pengayaan ini dapat dilihat berdasarkan judul yang mencerminkan isi buku.Dengan demikian, tiga contoh buku pengayaan jenis keterampilan sebagai berikut:

   •Bertanam di Lahan Sempit Siapa Takut? 

     karya Drs. Sawukir

   •Budi Daya Aglonema karya Ika Kurniawati

   •Berkreasi dengan Lilin Warna karya W. 

     Setyorini

9. Perbedaan Antara Jenis Karangan Eksposisi dan Deskripsi

    Karangan eksposisi adalah karangan yang mengandung informasi dan pengetahuan yang disajikan secara sngkat, padat, dan akurat, sedangkan karangan deskripsi adalah karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.Dengan demikian, perbedaan antara jenis karangan eksposisi dan deskripsi terletak pada fokus hal yang disampaikan. Teks eksposisi fokus menyampaikan informasi, sedangkan teks deskripsi fokus menyampaikan gambaran sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya.

10. Langkah Langkah yang Harus Dilakukan Saat Membuat Ringkasan.

     Ada beberapa langkah mudah untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur menurut Keraf. Langkah-langkahnya yaitu:

    1. Membaca naskah asli. Sebelum menulis ringkasan, harus membaca seluruh isi naskah asli secara berulang-ulang, untuk mengetahui maksud dan sudut pandang pengarangnya

   2. Mencatat gagasan-gagasan utama. Setelah membaca berulang kali, semua gagasan penting harus dicatat atau digaris bawahi

   3. Menyusun ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama. Langkah selanjutnya, penulis ringkasan dapat menyusun ringkasan dari ide-ide pokok yang sudah dicatat.

   4. Memperhatikan beberapa ketentuan yaitu ringkasan sebaiknya disusun dalam kalimat tunggal, hindari kalimat majemuk Jika memungkinkan, ringkas semua kalimat menjadi frasa, dan frasa menjadi kata. Jika memungkinkan, buang semua kata keterangan atau kata sifat. Kecuali jika kata sifat atau keterangan dipakai untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat Pertahankan susunan gagasan dan topik dari karangan asli. 

Comments