Buku fiksi


3.27 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca

RINGKASAN MATERI

        Cerita fiksi, seperti cerpen atau novel, adalah cerita rekaan yang merupakan hasil olah imajinasi pengarangnya. Meskipun demikian, hasil imajinasi sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran, misalnya karya-karya sastra yang mengangkat tema ketimpangan sosial serta kebobrokan moral individu ataupun masyarakat.

      Menganalisis berarti melakukan kajian atau bahasan secara mendalam tentang bahasa, isi, dan pesan yang diamanatkan sebuah teks. Bagian yang dibahas dalam materi ini adalah analisis terhadap pesan yang terdapat pada buku fiksi.

Pesan dalam buku fiksi dapat diketahui dari arahan tentang kebaikan yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Pesan ini sering juga disebut amanat, yaitu pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca, misalnya nilai-nilai luhur tertentu yang dapat dijadikan contoh atau teladan.

      Penyampaian pesan selalu didasarkan pada tema dan tujuan yang telah ditetapkan penulis saat menyusun rancangan cerita. Pesan atau amanat dalam sebuah tulisan dapat disajikan secara jelas (tersurat) dalam kata-kata sebuah tulisan. Akan tetapi, pesan atau amanat dapat juga disampaikan secara tersirat, yaitu tidak dijelaskan secara tertulis. Pembaca harus berusaha memahaminya sendiri melalui alur cerita dalam tulisan karena disampaikan tersirat.

     Dalam buku fiksi, amanat yang sering dikaji dan dicari adalah pesan moral. Hal ini berkaitan dengan amanat yang terkandung dalam cerita, baik secara tersirat maupun tersurat agar pembaca dapat mengetahui nilai pendidikan dan manfaat yang terdapat dalam buku yang dibaca.

Pada saat menulis karya fiksi, pengarang menyampaikan pesan moralnya melalui:

1. Profil tokoh dalam cerita
    Tokoh digambarkan secara fisik
    melalui paparan kalimat yang lugas,
    tegas, dan jelas.

2. Dialog antar tokoh.
    Dialog antar tokoh dan isinya akan 
    menggambarkan maksud 
    pengarang yang akan disampaikan 
    kepada pembaca.

3. Rangkaian atau jalinan peristiwa.
    Rangkaian peristiwa ini menjadi
    pelancar cerita agar secara umum 
    pembaca dapat mengetahui 
    maksud dan keinginan pengarang.

Oleh karena itu, pada saat Anda ingin mengetahui pesan atau amanat yang terdapat dalam buku fiksi, Anda harus mengetahui hal-hal berikut.

1. Nilai agama yang disampaikan
    pengarang.
2. Nilai sosial kemasyarakatan yang 
    diinginkan agar dilakukan pembaca.
3. Nilai moral yang diinginkan
    pengarang agar dimiliki pembaca.
4. Nilai pendidikan yang disampaikan 
    pengarang, baik secara tersurat
    maupun tersirat.
5. Nilai budaya yang dihayati di
    masyarakat.

       Jika yang Anda analisis berupa kumpulan puisi, Anda harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Bacalah puisi dalam buku kumpulan
    puisi itu dengan baik.

2. Perhatikan diksi atau pilihan kata
    yang digunakan.

3. Perhatikan kata yang mengacu pada
    tema yang dikembangkan.

4. Perhatikan makna konotatif setiap
    kata untuk mencari makna
    tekstualnya.

5. Catatlah pesan yang disampaikan
    penyair. 
    Tuliskan pesan menjadi kalimat
    efektif agar 
    dapat dipahami oleh pembaca.

Contoh nilai-nilai dalam novel dan cerpen 

1. Nilai Agama   
Contoh:
Saat hendak menaiki tangga, Ifa masih bingung jalur manakah yang akan ia lalui. Apakah surga atau neraka? Jika ia memilih jalur kiri maka masuklah ia ke dalam neraka. Tetapi jika ia memilih jalur kanan maka masuklah ia ke dalam surga atas izin Allah Swt.
Penjelasan:
Nilai-nilai kehidupan yang sering ada di dalam cerpen adalah nilai agama. Nilai ini bersumber dari ajaran agama tertentu, berupa norma atau kaidah yang berlaku dalam agama. Para penulis cerpen memasukkan norma tersebut ke dalam rangkaian cerita yang diperankan oleh para tokohnya. Cerpen religius adalah salah satu tema yang banyak digarap oleh para penulis.      

2. Nilai Sosial
Contoh:
Saat Budi hendak menyebrang jalan, ia melihat seorang ibu tua renta yang terlihat kepayahan menenteng barang belanjaan. Sepertinya, ibu itu hendak ke seberang jalan. Budi kemudian menghampirinya dan membantu ibu itu membawakan barang belanjaan dan menuntunnya menyeberangi jalan.
Jelaskan: 
Nilai-nilai yang juga sering ada dalam cerpen adalah nilai sosial, yaitu seperangkat nilai yang berlaku umum di masyarakat. Nilai ini mengatur pola hubungan atau interaksi sosial antar sesama masyarakat. Para penulis cerpen seringkali memasukkan nilai ini ke dalam rangkaian cerita yang ia tulis.

3. Nilai Moral
Contoh:
Meskipun kehidupan Prakasa sangat berat dan menyedihkan, Ia tidak pernah mengeluh dengan keadaan dan selalu mencari jalan keluar setiap masalah, bukan malah bunuh diri. Bunuh diri bukan jalan terbaik meski apapun hadangannya. Kata-kata klise memang terkadang tetap dibutuhkan untuk motivasi meskipun terdengar pencitraan namun begitulah adanya.
Penjelasan:
Nilai-nilai dalam cerpen selanjutnya adalah nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan tingkah laku, perangai, atau budi pekerti antar sesama manusia. Cerita tentang moralitas termasuk salah satu tema favorit para penulis cerpen. Ada banyak contoh cerpen yang mengangkat tema tersebut.  

4. Nilai pendidikan
Contoh:
Beberapa minggu setelah tes beasiswa. Kami melihat hasil tesnya secara online dan kami semua lulus. Mimpi kami terasa hangat, Tuhan mendengar do'a kami. Aku terharu, bersyukur dengan dalam.
Penjelasan:
Nilai-nilai dalam cerpen yang keempat adalah nilai pendidikan, yaitu nilai yang menuntun manusia untuk selalu belajar, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari bodoh menjadi pintar. Nilai ini berkaitan dengan pelajaran yang bisa dipetik dari lingkungan formal maupun nonformal. Telah banyak cerpen yang mengangkat kisah tentang pendidikan ini.  

5. Nilai Budaya
Contoh:
Kami bermain hingga arlojiku menunjukkan pukul 11 siang. Ingin saja kami ingin berlajan untuk pulang, tiba-tiba kami mendengar bunyi irama yang amat cepat. Aku tak mengerti dari mana bunyi itu dihasilkan. Tapi, ketika aku menoleh dan melihatnya ternyata ada beberapa bapak-bapak yang sedang memainkan barongan.
Penjelasan:
Nilai-nilai dalam cerpen selanjutnya adalah nilai budaya, yaitu seperangkat nilai yang sudah turun-temurun berlaku di masyarakat. Nilai ini telah mengakar kuat dan menjadi aturan adat istiadat yang dipatuhi oleh masyarakat, bisa dalam bentuk upacara, maupun produk kebudayaan. Para penulis cerpen juga sering memasukkan nilai budaya ke dalam rangkaian cerita yang diperankan oleh para tokoh.

Comments